Kamis, 26 April 2012

OASE


JANGAN PERNAH, KAWAN

Seorang teman pernah berkata pada saya suatu hari, “life like a circle, hari ini kita bisa bersama, belum tentu esok hari. Whatever will be happen in our life, enjoy it. Setiap moment pasti memiliki rasa yang berbeda dan selalu ada pelajaran di dalamnya. Begitulah perjalanan ini...”.
Kedengarannya sangat klise, namun memang begitu adanya. Dalam kehidupan kita kadang tak pernah tahu apa yang terjadi pada diri kita. Ya seperti itulah, seperti roda yang berputar.. semua berjalan dinamis meski kita tak pernah tahu akan dimana posisi kita esok hari. Tapi semua perjalanan ini tlah ditata rapi olehNya dan takkan pernah keluar dari rencananya.
Hidup penuh liku-liku orang bilang, ada suka ada duka (Ehm, kok jadi kayak lagu ya,hehe.. ^_^). Semua orang tampaknya memang telah menyadari hal tersebut. Namun selalu dan tetap saja ada orang, diantara kita yang terkadang merasa hidup tak adil ketika kedukaan, kekecewaan, kegagalan, dan segala keadaan yang tak kita inginkan mendera kita dalam hidup bertubi-tubi. Mengapa? Karena manusia tak pernah bisa bersyukur dalam setiap keadaan? Karena manusia memiliki fitrah bersifat lemah dan mudah mengeluh? Atau karena individu tersebut tak memiliki pertahanan diri dan mental yang kuat? Atau karena sebab-sebab lain yang ’melemahkan’? hanya diri sendiri yang mampu menjawabnya.
Ketika diri didera permasalahan yang rumit, sehingga membuat dahi berkerut, nafsu makan hilang, konsentrasi kerja dan belajar terganggu, memang wajar bila merasa hidup yang dijalani begitu berat. Ketika sulit mendapatkan atau menjemput rizqi, ketika harapan tak terwujud atau kesempatan melayang, mungkin wajar kita akan merasa kecewa dan kesal. Ketika segala usaha telah kita lakukan namun tak jua menemui hasil dan ketika apa yang telah kita kerjakan tak mendapatkan penghargaan, tak dianggap, mungkin wajar jika hati terasa sakit, kekesalan dan kemarahan bersarang.
Namun kawan, jangan pernah...
Jangan pernah kau menggugat Tuhanmu atas ketidakadilan yang kau rasakan
Jangan pernah kau hujat dan salahkan Tuhanmu atas segala kemalangan nasib
Jangan pernah kau pertanyakan pada Tuahnmu atas rewads yang tak sampai padamu
Mengeluh, bersedih, marah, kecewa, sakit hati suatu kewajaran, namun jangan pernah jadikan hal tersebut sebagai alasan kita menjauh dariNya.
 Kawan... beginilah hidup. Terkadang kita merasa menjadi orang termalang bahkan tak berdaya saat segala kedukaan menghampiri kita. Padahal jika kita mau lebih melihat, mengenal, dan merasakan setiap langkah ini, bukan tidak mungkin sebenarnya kedukaan itu tidak lebih banyak dan besar presentasenya ketimbang kebahagiaan yang telah diberikan olehNya, kesenangan yang kita rasakan.
Saya pun belum bisa seutuhnya bmemahami makna-makna itu. Saya pun masih sering sangat sedih bahkan terlarut dalam kesedihan ketika kedukaan itu menyapa,  saya pun masih sering kehilangan kontrol emosi ketika kekecewan terasa memuncak di ubun-ubun, dan segala ekspresi diri yang seharusnya bisa dikendalikan oleh hati dan pikiran kita jika kita mau sedikit lebih melihat, mendengar dan merasakan apa yang sebenarnya terjadi.
Kita semua memang manusia biasa namun kita mempunyai Tuhan, Allah azza wa jalla maha segala maha yang dapat mengajari, membimbing, membuat kita merasa bahkan menjadi insan yang luar biasa. Hanya kadang kita terlupa atau terlalu naif  dan sombong untuk mendekatkan diri ini padaNya. Jika Dia memelihara bermiliar bintang di langit, apakah berat untuk sekedar menjaga diri ini? Dia kan selalu menjaga  dan melindungi kita, insyaallah. Jika kita mau mendekat padaNya.

0 komentar:

Posting Komentar

Text

Text Widget

Categories

Recent Posts

BERCERITA, BERKARYA, DAN BERBAGI RASA BERSAMA

HTML Templates

Download


Halaman

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut